Apa penyebab Anak terlambat bicara?


Apa penyebab Anak terlambat bicara?Apa penyebab Anak terlambat bicara? – Wajar jika orang tua bingung jika mendapati anaknya mengalami keterlambatan bicara. Namun jangan hanya bingung, segeralah untuk mencari terapi bagi anak. Memang pada beberapa anak yang mengalami keterlambatan bicara umumnya akan membaik dengan sednirinya. Lalu bagaimana kalau tidak?,,, maka terapi yang dilakukan sejak dini akan sangat membantu mengoptimalkan perkembangannya.

Sebuah contoh kasus, Seorang ibu muda cemas karena putri bungsunya belum dapat mengucapkan sepatah katapun, padahal ia telah berusia 15 bulan. Sang ibu ketakutan,  takut jika  si anak benar-benar akan mengalami tunawicara. Dan ketika si kecil telah berusia lebih 2 tahun, ternyata dokter menemukan adanya faktor autisme.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keterlambatan bicara anak

Penyebab keterlambatan bicara menurut dr Widodo Judarwanto, Sp A(K) sangatlah banyak dan bervariasi. Gangguan bicara pada anak tersebut ada yang ringan, dan ada pula yang berat. Dan ada yang bisa membaik setelah memasuki usia tertentu, dan ada juga yang tidak menampakkan kemajuan apapun.

Keterlambatan bicara bisa terjadi akibat bermacam gangguan, yaitu karena gangguan proses pendengaran, gangguan penerus impuls ke otak, gangguan otak, otot, atau organ penghasil suara.

Tiga penyebab terbanyak

Namun dikatakan lebih lanjut,  bahwa ada tiga penyebab utama keterlambatan bicara anak, yaitu karena retardasi mental, gangguan pendengaran, dan keterlambatan maturasi.

Keterlambatan maturasi disebut juga dengan keterlambatan bicara fungsional, termasuk gangguan paling ringan dan saat usia tertentu akan membaik.

Kelainan dan deprivasi lingkungan

Penyebab lain, namuan relatif jarang terjadi adalah karena kelainan organ bicara, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutisme selektif, afasia reseptif, dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan bisa disebabkan oleh lingkungan yang sangat sepi, ada dua bahasa, status ekonomi sosial, teknik pengajaran yang salah, dan sikap orangtua.

Lihat Juga :  Efek Samping Operasi Caesar

Makin dini keterlambatan bicara terdeteksi, makin besar kemungkinan pemulihannya. Bila keterlambatan bicara bersifat nonfungsional, maka stimulasi dan intervensi harus secepatnya dilakukan.

Deteksi dini keterlambatan bicara harus dilakukan oleh semua individu yang terlibat dalam penanganan anak. Kegiatan untuk mendeteksi dini keterlambatan bicara anak akan melibatkan orangtua, keluarga, dokter kandungan yang merawat sejak kehamilan, dan dokter anak. Deteksi dini ini akan dapat mengungkapkan,  apakah keterlambatan bicara itu berjenis fungsional atau nonfungsional.

Penyebab fungsional, terbanyak!

Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang cukup sering dialami oleh anak. Keterlambatan bicara yang juga diistilahkan sebagai keterlambatan perkembangan bahasa, ini disebabkan oleh terlambatnya kematangan proses saraf pusat yang dibutuhkan untuk memproduksi kemampuan bicara.

Gangguan ini sering dialami oleh anak laki-laki yang memiliki riwayat keterlambatan bicara dalam keluarga. Kondisi ini cukup ringan dan bisa membaik.

Pada umumnya, gangguan kemampuan bicara akan membaik dengan sendirinya setelah sang anak memasuki usia 2 tahun. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bicara penderita keterlambatan jenis ini sudah mulai normal saat memasuki usia sekolah.

Dalam kondisi ini, fungsi reseptif biasanya sangat baik dan kemampuan pemecahan masalah visuo-motornya normal. Anak hanya mengalami gangguan perkembangan ringan dalam fungsi ekspresifnya.

Ciri khas lainnya, adalah anak tidak menunjukkan kelainan neurologis, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan, dan gangguan psikologis. Keterlambatan bicara fungsional sering dialami anak dengan gangguan alergi, terutama pada kulit dan saluran cerna.

Gangguan saluran cerna berupa gejala perut kembung yang berulang, sering buang angin, muntah, dan sulit buang air besar (BAB). Kesulitan BAB ditandai dengan:

  • mengejan
  • tidak setiap hari
  • kotoran berbau, hitam atau hijau tua, keras, dan bulat seperti kotoran kambing
  • ada riwayat berak darah
  • lidah tampak kotor, berwarna putih, air liur bertambah banyak, atau mulut berbau.
Lihat Juga :  Tanda-tanda,penyebab dan akibat jika Bayi terlilit tali pusat

Gangguan kulit biasa muncul dalam bentuk bintik-bintik berwarna kemerahan, seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, dan kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya. Hal itu sering pula disertai gangguan tidur malam, gelisah, mengigau, tertawa atau menangis saat tidur, sering terbangun, gigi gemeretak, dan sebagainya.

Tanpa penanganan khusus

Keterlambatan bicara fungsional biasanya tidak memerlukan penanganan khusus,  karena akan membaik dengan sendirinya setelah anak berusia 2 tahun. Meskipun penyebabnya bukan karena kurang stimulasi, keadaan ini memerlukan stimulasi yang lebih dibandingkan dengan anak normal. Stimulasi ini tidak harus melalui terapi bicara, namun bila mampu menjalani terapi bicara, maka hal itu juga tidak merugikan jika dilakukan. Anak tanpa gangguan bicara dan bahasa juga perlu menerima stimulasi kemampuan bicara dan bahasa sejak lahir. Bahkan, stimulasi bisa dilakukan sejak anak dalam kandungan. Dengan stimulasi dini, kemampuan bicara dan bahasanya diharapkan lebih optimal sehingga dapat meningkatkan kualitas komunikasinya.

Dengan penanganan khusus

Pada keterlambatan bicara nonfungsional, stimulasi dan intervensi sejak dini secara khusus harus dilakukan oleh tenaga profesional sesuai dengan penyebabnya. Semakin dini upaya tersebut dapat dilakukan, maka itu akan semakin meningkatkan keberhasilan dalam penangananannya. Gangguanbicara  jenis ini perlu dilakukan pendekatan multidisiplin ilmu, yang melibatkan antara lain: dokter ahli tumbuh kembang anak, neurologi anak, gastroenterologi anak, alergi anak, psikologi anak, psikiater anak, rehabilitasi medik, serta mereka yang bergerak di bidang klinis atau praktisi lain yang berkaitan.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: