Akibat dan cara penularan Penyakit Sifilis

Akibat dan cara penularan Penyakit  SifilisAkibat dan cara penularan Penyakit Sifilis – Penyakit Sifilis adalah penyakit yang telah lama dikenal akibat berhubungan seks bebas dan berganti-ganti pasangan. Sifilis merupakan jenis penyakit yang cukup berbahaya dan bersifat menular, karena diakibatkan oleh jenis bakteri. Btw, apa sih penyakit sifilis tersebut??,,

Sifilis adalah  penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, atau lebih dikenal dengan nama Treponema pallidum, Bakteri ini berbentuk spiral, merupakan bakteri yang motil atau bakteri yang dapat bergerak, yang umumnya menginfeksi melalui kontak seksual langsung, bakteri ini masuk ke dalam tubuh inang melalui celah di antara sel epitel.

Cara sifilis menyerang dan menular kepada seseorang, dan apa akibatnya?

Sifilis bisa digolongkan sebagai salah satu dari penyakit menular seksual berbahaya. Untuk itu penting mengetahui gejala, cara penularan, pengobatan dan cara menghindari penyebaran penyakit ini.

Sifilis bisa menular kepada bayi didalam kandungan Ibu yang terinfeksi

Selain melalui hubungan seksual, sifilis bisa menular kepada janin oleh ibu yang menderita penyakit ini . Struktur tubuh bakteri penyebab sifilis Treponema pallidum yang berbentuk heliks memungkinkan untuk bergerak dengan pola gerakan yang khas untuk bergerak di dalam medium kental seperti lendir (mucus). Dengan demikian organisme ini dapat mengakses sistem peredaran darah dan getah bening inang melalui jaringan dan membran mucosa.

Oleh karena itu, sebaiknya berhati-hati nih bagi Bapak-bapak yang masih suka “beli jajan”. Apalagi jika isterinya sedang dalam keadaan mengandung, kasihan bayinya kan?,,, Karena dampak yang diterima oleh bayi yang berada didalam kandungan bisa lahir cacat atau bahkan meninggal. Ngeri kan?,,,,,

Bakteri Sifilis bisa menginfeksi bayi yang berada dalam kandungan. Mengenai akibatnya, ini tergantung pada berapa lama ibu hamil terinfeksi Sifilis. Ibu juga berisiko tinggi melahirkan dengan kondisi bayi cacat bahkan  meninggal. Jika tidak segera ditangani, Sifilis akan menjadi penyakit yang serius hanya dalam waktu beberapa minggu.

Tubuh yang terinfeksi akan memproduksi antibody yang dapat dideteksi dalam darah. Kadar rendah antibodi dapat bertahan dalam darah dalam hitungan bulan atau tahun bahkan setelah penyakit Sifilis sembuh. Karena Sifilis dapat menginfeksi bayi dalam kandungan,  maka ibu hamil disarankan melakukan tes darah. Penderita Sifilis yang masih dalam tahap perawatan harus berhenti melakukan hubungan seksual sampai luka-lukanya sembuh sempurna. Penderita Sifilis harus menginformasikan kepada pasangannya, sehingga pasangannya dapat melakukan tes Sifilis dan segera diobati bila ternyata juga terkena infeksi.

Dampak penyakit sifilis terhadap penderita jika tak segera diobati

Sifilis dapat menyebabkan efek serius seperti kerusakan sistem saraf, jantung, atau otak. Atau luka-luka mengerikan yang tercipta pada mulut,daerah sekitar kelamin bahkan seluruh tubuh pada tingkat parah. Sifilis yang tak disembuhkan dapat berakibat fatal. Orang yang memiliki kemungkinan terkena sifilis atau mempunyai pasangan seks yang mungkin terkena sifilis dianjurkan untuk segera menemui dokter secepat mungkin.

Gejala gejala penyakit Sifilis

Gejala penyakit Sifilis terkadang bisa menipu. Luka yang disebabkan oleh Sifilis terkadang bisa keliatan dan terkadang bisa juga tidak. Luka Sifilis pun sering tersembunyi antara lain pada v*gina, pen*s, anus atau mulut. Bahkan banyak penderita terinfeksi Sifilis yang tidak memperlihatkan gejala apa-apa selama bertahun-tahun. Padahal, sifilis bisa berbahaya bila tidak segera ditangani. Bahayanya lagi, penularan bisa disebarkan melalui penderita yang tidak menyadari jika ia telah terinfeksi. Untuk itu mengenali gejala Sifilis sejak awal adalah cara yang efektif untuk mencegah berkembangnya penyakit ini. Jika dibiarkan selama bertahun-tahun, Sifilis dapat mengakibatkan kematian. Perlu semakin dipertegas lagi, mengenai bahayanya jajan sembarangan :) -lirik Bapak-Bapak- .

Cara mendeteksi penyakit sifilis

Sifilis dapat dideteksi dengan cara memeriksa luka menggunakan  mikroskop khusus yang disebut dark-field microscope. Jika terdapat bakteri Sifilis pada luka, bakteri tersebut akan tampak di mikroskop. Cara lain adalah dengan melakukan tes darah. Kesimpulannya, hanya tes laboratorium yang dapat mengidentifikasi Sifilis, karena luka dapat tersembunyi di v*gina, anus, pen*s, atau mulut. Oleh karena itu, penderita yang telah terinfeksi penyakit ini harus sadar diri untuk memeriksakan ulang dengan dilengkapi tes laboratorium.

Apakah kebal terhadap sifilis jika sudah pernah terkena penyakit ini?

Pernah menderita Sifilis tidak membuat seseorang kebal dengan penyakit tersebut. Walau perawatan berhasil menyembuhkan Sifilis, namun penderita dapat terjangkit Sifilis lagi jika tidak berhati-hati.

Cara mencegah penularan sifilis

Sifilis merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS), jadi cara untuk mencegah penularan penyakit sifilis tentu saja berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama hingga sembuh betul. Dan hanya memiliki satu pasangan seksual tetap.

Terimakasih telah membaca artikel Akibat dan cara penularan Penyakit Sifilis. Bantulah mereka yang mungkin sangat membutuhkan informasi ini melalui tombol SHARE FB/twitt/G+ dibawah ini:


This entry was posted in Dewasa, Gaya Hidup, Kehamilan, Kesehatan, Merawat Bayi, Pasutri, Tahukah and tagged , , , , , , , .

Komentar: