Agar anak tidak kecanduan dan terpengaruh buruk main Game


Cara menghindarkan dampak buruk bermain game pada anakBermain game bagi Anak mungkin bisa memberikan efek positif, namun juga dapat meninggalkan efek negatif. Efek negatif bermain game pada anak yang umum seperti kekerasan anak, pergaulan sosial, kecanduan game yang berujung pada kemalasan dan penurunan prestasi sekolah. Agar terhindar dati semua dampak negatif dari bermain game pada anak, orang tua tetap harus mengawasi anak. Mengatur waktu, kapan saat bermain game, game apa saja, hingga mengadakan penelitian kecil tentang kemungkinan dampak negatif yang mulai dirasakan pada anak.

Berikut tips untuk menghindarkan dampak buruk bermain game pada anak

 

Jadilah orang tua yang penuh kasih, orangtua yang penuh perhatian dan mendisiplinkan anak dengan baik.

  • Seorang anak yang agresif/nakal lebih banyak merupakan produk dari  orangtua, termasuk game kekerasan dan TV . Menurut psikoterapis Robert Butterworth PhD, Kebanyakan anak yang melakukan tindak kekerasan adalah menunjukkan kombinasi awal dari faktor kepribadian dan keluarga,  yang meliputi mengalami kesulitan bergaul dengan teman-teman bermain di prasekolah. Pada kelas dua atau tiga mereka mulai berkelakuan buruk di sekolah, dan memiliki sedikit teman. Pada usia 10 tahun, mereka suka berkelahi dan dicap oleh rekan-rekan mereka sebagai anak nakal. Terlebih lagi  mereka biasanya berasal dari keluarga di mana orang tua kurang dalam hal mendisiplinkan, tak acuh, lalai, terlalu memaksa atau menggunakan hukuman fisik yang keras dengan sedikit kasih sayang.
  • Meskipun bermain video game bisa menjadikan pengalaman dalam belajar, tetap berikan anak berbagai hal lain untuk belajar yang menghibur. Dengan demikian sehingga anak tidak menjadi kecanduan hanya untuk satu hal. Pastikan untuk membuat anak tetap membaca buku, bermain, olahraga, berinteraksi dengan anak-anak lain, dan menonton TV acara yang baik. Semuanya harus diberikan dengan cara yang moderasi .
  • American Academy of Pediatrics merekomendasikan, bahwa anak-anak tidak boleh menghabiskan waktu lebih dari satu hingga dua jam per hari di depan semua layar elektronik(termasuk TV , DVD, video , video game, komputer atau komputer non akademik) . Ini berarti jumlah total waktunya hanya tujuh hingga empat belas jam per minggu.
  • Batasi jumlah waktu yang akan mereka habiskan untuk bermain game, dan batasi juga jenis game yang bisa mereka mainkan. Pilihkan Game untuk anak-anak yang dirancang untuk anak agar bisa lebih baik di sekolah.
Lihat Juga :  Manfaat Membacakan buku kepada Anak

Memantau efek video game pada anak Anda.

  • Amati perilakunya . Jika tampaknya anak menjadi lebih agresif dengan saudara-saudaranya atau teman-teman selama masa penggunaan game bertema kekerasan, maka hentikan anak dari bermain game tersebut. Namun Jika ia tertarik dengan sejarah setelah bermain game sejarah, maka game ini bermanfaat baginya.
  • Batasi anak bermain video game, jika Anda melihat dia ternyata menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau mendapatkan nilai yang lebih rendah.
  • Batasi bermain video game untuk anak Anda, ketika mengetahui adanya perubahan gaya hidup pada anak, dan tidak mau lagi latihan dan olahraga.
  • Batasi bermain video game untuk anak Anda, ketika anak menunjukkan tanda atau perilaku kecanduan .
  • Menurut Queensland University of Technology Games Research and Interaction Design Lab, bermain video game pada anak lebih baik daripada ia menonton TV . Beberapa game justru mendorong anak-anak untuk menjadi lebih aktif, dan beberapa game juga dapat melatih keterampilan kognitif anak-anak. Menurut Dr Penny Sweetser , Game juga dapat meningkatkan kinerja akademik, keterampilan sosial dan harga diri. Banyak pendapat Ahli yang menyatakan nilai positif, namun mereka juga menyarankan harus tetap ada interaksi dan pengawasan dari orangtua.

Memilih game yang baik dan sesuai

  • Putuskan game apa yang bisa diterima dikehidupan rumah Anda. Dan jika Anda berpikir bahwa game kekerasan tidak dapat diterima, jelaskan alasannya kepada anak Anda mengapa hal ini mungkin buruk baginya.
  • Periksa Ratings dari game  sebelum Anda membelinya, atau mengizinkan anak Anda untuk memainkannya. Perhatikan judul dan gambar sampul, jika  memiliki tema dewasa dan / atau kekerasan. Jika mungkin, Anda sendiri sudah akrab dengan Game atau membaca ulasan di internet. Kadang-kadang, dalam permainan ada bagian buruk yang tersembunyi di level yang lebih tinggi. Sebagai orang tua, Jangan pernah mengabaikan pengawasan terhadap anak.
  • Pertimbangkan tingkat kematangan anak untuk menentukan permainan apa yang cocok untuknya. Usia kronologis tidak selalu merupakan ukuran dari kematangan anak.
  • Pilih game yang membutuhkan pemain untuk menggunakan strategi, dan membuat keputusan yang lebih kompleks, daripada hanya sekedar meninju, mencuri, dan membunuh dalam tema sebuah game.
  • Carilah Game yang melibatkan beberapa pemain untuk mendorong kelompok bermain.
  • Menurut psikoterapis Robert Butterworth , PhD , “Anda harus mengevaluasi game, tidak hanya dalam hal kekerasan atau pornografinya, melainkan juga  dalam hal keterlibatan mental yang mereka butuhkan.”. “Anak laki-laki yang perlu membunuh naga dan berperan sebagai tokoh koboi dan Indian dalam sebuah game, mereka juga harus berada dalam fantasi, di mana mereka adalah pahlawan yang menaklukkannya. Menekankan ini mungkin memiliki efek jangka panjang yang mungkin tidak baik . “
Lihat Juga :  Efek Negatif main Game bagi Anak

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: